Ngabuburit Dapat Duit

image

 

Ngabuburit Dapat Duit

Beragam kegiatan bisa dilakukan untuk menghabiskan waktu sembari menunggu azan Maghrib berkumandang sebagai pertanda saatnya berbuka puasa tiba di bulan suci Ramadhan. Seperti yang bisa dijumpai di sepanjang Jalan Pahlawan Kota Semarang setiap sore hari selalu ramai dipadati masyarakat terutama kalangan muda-mudi untuk ngabuburit. Ramainya sepanjang Jalan Pahlawan tak terlepas dengan cukup banyaknya pedagang yang umumnya mahasiswa menjual aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa.


Sore itu, minggu 21 Agustus 2011, suasana jalan Pahlawan begitu padat oleh kendaraan dan penjual mananan untuk berbuka (takjil). Suasana semakin rame menjelang berkumandangnya bedug Maghrib yang menandakan waktunya berbuka. “Lima ribu mas… lima ribu…. Teriakan penjual yang umumnya mahasiswa pada setiap pengendara yang lewat. Semarang menawarkan jualan mereka ke pengendara yang sedang melintas. Keriuhan jalan Pahlawan sendiri sudah dimulai sejak pukul 4 sore. Para mahasiswa yang umumnya cewek tersebut secara berkelompok maupun sendiri telah berjajar di sepanjang jalan sambil menenteng aneka minuman dan jajanan berbuka. Dengan wajah penuh keceriaan mereka tak henti-hentinya menawarkan dagangan mereka. Walaupun sebenarnya mereka bukan pedagang sungguhan, namun adanya bulan suci Ramadhan tersebut membuat para mahasiswa tersebut membuka peluang berjualan. “Sebenarnya ide berjualan ini hanya untuk mengisi waktu saja, karena puasa ini kan banyak waktu yang luang. Pokoknya kita niat untuk mengisi waktu, syukur-syukur dapat untung,” kata salah seoarang mahasiswa yang g-Magz temui sore itu.


“Kegiatan yang kami lakukan ini sebagai salah satu alternative memanfaatkan moment saja. Berhubung lagi Ramadhan kita mencoba mencari kegiatan yang bermanfaat, ya salah satunya jualan takjilan seperti ini. Sambil ngabuburit dapat duit… hahaha,” kata mahasiswi Undip ini.


Harga takjil yang ditawarkan pedagang dadakan itu pun masih sangat bersahabat dengan kantong, misalnya kolak dihargai Rp 2.000 per bungkus. Sedangkan bubur kacang hijau seharga Rp 3.000, berbagai aneka lauk-pauk dengan nasi putih dijual Rp 6.000, gorengan Rp 600, dan banyak lagi jajanan yang ditawarkan dengan harga ekonomis. Nah bagi kalian yang belum pernah mencoba asyiknya ngabuburit di Jalan Pahlawan kota Semarang, pada Ramadhan tahun depan jangan sampe nggak ke sini ya, syukur-syukur kalian puny ide kreatif lain yang tentunya dapat menghasilkan duit. Momo

 

Wed, 7 Sep 2011 @12:30


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Majalah Gradasi
image

Edisi Januari 2014

Pesan Telp: 024-76480185 SMS: 08562547735


Majalah Remaja Lepas-Bebas-Cerdas
Dibaca Enak, Ditenteng Nyaman
Artikel Terbaru
Arsip

::. RUBRIK PILIHAN .::
:. Redaksi .:

     

 

     

Kontak Kami Klik Disini

 

 

 

 

 

.: G-Magz Digital :.
:. DAFTAR BIRO .:
WEBMAIL

-Masukkan Email dengan Lengkap

 contoh : priyo@gradasi-magz.com

 Password (sering diganti)

:. Jam / Tgl Sekarang .:

See on Youtube
Tukar Link

Visitor
free counters
:. ADVERTENSI .:

          


  DeBest FM

ALFAMART
 
 
 
 
Panen Dollar Tiap Hari
:. Fan Page .:

 

 

Radio Streaming Internet

Get the Flash Player to see this player.

Dengarkan di WINAMP :

Streaming Provider by :
KlikRadioInternet.com

.

Statistik
Unique Visitor
website hit counter
:. BANK TRANSFER .:
image

No.Rekening

6058-01-003168-53-5

a/n Majalah Gradasi

BRI Unit Sukun Semarang

Copyright © 2018 Gradasi-Magz.Com · All Rights Reserved