Levitasi Hore

image

Levitasi Hore

Fotografi masih merajalela nih. G-magz juga nggak mau ketinggalan donk. Edisi lalu, Grader udah kita kasih tips Levitasi buat model kan? Nah sekarang g-Magz mau kasih tips Levitasi untuk fotografernya. Secara g-Magz kan nggak tanggung-tanggung berbagi informasinya. Hehehehehe. Ini nih tips Levitasi untuk fotografer :

1        1.   Foto levitasi tanpa editing  bisa dilakukan dengan kamera professional (DSLR) maupun kamera biasa ( kamera ponsel pocket cam ).

2  Foto levitasi dengan kamera DSLR, bisa memanfaatkan Burst Mode  (Continuous Shooting ). Dengan sekali menekan tombol shutter , akan langsung dihasilkan beberapa jepretan sekaligus. Foto-foto hasil jepretan dengan Burst Mode  dari kamera DSLR dapat dipilih mana yang paling pas mendapatkan moment “melayang”.

3     Foto levitasi dapat dilakukan dengan kamera non-professional atau  kamera ponsel , namun lebih tricky  karena hanya mengandalkan ketepatan menekan tombol saat model melompat.

4        Hafalkan Shutter Lag  kamera Grader. Shutter Lag adalah seberapa lama jeda dari saat Grader memencet tombol shutter sampai gambar terambil oleh kamera. Tiap kamera punya Shutter Lag  yang berbeda.

5       Jepret tepat di titik puncak model melompat atau persis sebelum mencapai titik puncak lompatan sebelum kembali jatuh, agar rambut dan pakaian model tidak terlihat berantakan.

6   Jika mengambil foto levitasi outdoor, pastikan tidak mendung (sinar matahari langsung), agar bayangan terbentuk sehingga efek model sedang melayang lebih terlihat.

7   Gunakan shutter speed  tinggi untuk menangkap model yang melayang dengan lebih fokus (Freeze Motion/Frozen Moment ). Cahaya yang cukup sangat berperan untuk mendapatkan shutter speed  tinggi. Shutter Speed di atas 1/500 lebih baik. Bisa mempergunakan setting otomatis TV (Time Value) untuk kamera DSLR type Canon atau S (Shutter Speed Priority) untuk jenis Nikon. Atau memakai manual mode (M) dengan setting Aperture dan ISO yang menyesuaikan.

8 Untuk kamera saku (Pocket Cam)  bisa memanfaatkan Sport Mode  atau Action Mode untuk mendapatkan shutter speed  tinggi.

9 Untuk  kamera ponsel  karena tidak ada setting untuk shutter speed,  sebaiknya melakukan foto levitasi outdoor dan memanfaatkan cahaya matahari langsung agar mendapatkan high shutter speed.

10    Gunakan  low angle , agar model terlihat tinggi melayang.

11    Boleh menggunakan high angle  asalkan ada bayangan dan model terlihat terpisah dengan bayangan saat melompat.

Perbedaan Levitasi dengan Jump Shot.

Pada Jump Shot,   terlihat ekspresi ceria hasil melompat, aksesoris (kalung) yang berterbangan, baju dan rambut yang berantakan, dan pose yang sangat terlihat hasil melompat.

 

Pada Levitasi,   dengan pemilihan pose dan ekspresi yang pas, hal seperti Jump Shot  di atas tidak terjadi.  Sang model terkesan seolah-olah melayang.

Sat, 8 Sep 2012 @11:13


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Majalah Gradasi
image

Edisi Januari 2014

Pesan Telp: 024-76480185 SMS: 08562547735


Majalah Remaja Lepas-Bebas-Cerdas
Dibaca Enak, Ditenteng Nyaman
Artikel Terbaru
Arsip

::. RUBRIK PILIHAN .::
:. Redaksi .:

     

 

     

Kontak Kami Klik Disini

 

 

 

 

 

.: G-Magz Digital :.
:. DAFTAR BIRO .:
WEBMAIL

-Masukkan Email dengan Lengkap

 contoh : priyo@gradasi-magz.com

 Password (sering diganti)

:. Jam / Tgl Sekarang .:

See on Youtube
Tukar Link

Visitor
free counters
:. ADVERTENSI .:

          


  DeBest FM

ALFAMART
 
 
 
 
Panen Dollar Tiap Hari
:. Fan Page .:

 

 

Radio Streaming Internet

Get the Flash Player to see this player.

Dengarkan di WINAMP :

Streaming Provider by :
KlikRadioInternet.com

.

Statistik
Unique Visitor
website hit counter
:. BANK TRANSFER .:
image

No.Rekening

6058-01-003168-53-5

a/n Majalah Gradasi

BRI Unit Sukun Semarang

Copyright © 2018 Gradasi-Magz.Com · All Rights Reserved